Hari-Hari Kerjaku: Becky Gloyne

Sebagian orang biasanya merasa malu jika langsung memeriksa e-mail di tempat tidur, bahkan sebelum mereka bangkit dari kasur di pagi hari. Tetapi tidak bagi Becky Gloyne, yang bekerja sebagai bagian dari tim HR global Nokia yang mengelola keberadaan perekrutan perusahaan di media sosial. “Aku benci jika harus mengabaikan semuanya,” katanya. “Aku bisa melewatkan sesuatu.” Dia memang selalu terhubung online - menjawab ping back email dengan cepat, hampir setiap saat di sepanjang hari.

Dan melewatkan sesuatu memang akan jadi masalah - pekerjaannya melibatkan campuran antara pembangunan jaringan secara online dan tatap muka, untuk memastikan perusahaan mendapatkan orang berbakat yang dibutuhkan, serta tidak melewatkan peluang. Jelas sekali bahwa dia sangat menyukai ini - dia menggemari jaringan sosial, online maupun offline, tetapi harus benar-benar memaksa dirinya untuk selalu teratur agar dapat mengoptimalkannya.

gloyne Jenis pekerjaannya ini banyak membuat iri - Dia bisa dengan bebas memutuskan bagaimana dan apa yang akan dikerjakannya setiap hari. Dia bermarkas di luar kantor Paddington Nokia, dan berkeliaran di kantor ini sepanjang hari selama beberapa minggu. Sementara dalam beberapa minggu lainnya, dia akan terus bepergian.

Walaupun menggambarkan dirinya “tidak suka menulis di kertas”, dia tetap melakukan perencanaan strategis selama seminggu ke depan pada Minggu malam. “Aku ingin tahu dengan pasti apa yang akan kulakukan pada hari Senin pukul 9 pagi, dan tidak mengira-ngira akan keluar dari mana pada hari Jumat.” Jadi, semua itu sudah diatur di dalam buku catatannya - menggunakan pena dan kertas - sebelum semua janji penting dimasukkan ke ponselnya.

Buku catatan dan ponsel tersebut adalah dua dari tiga hal yang mendefinisikan kehidupan kerjanya, dan yang ketiga adalah laptop. “Aku bisa melakukan segala hal yang perlu dikerjakan dengan ketiganya,” katanya. Secara garis besar, semua kegiatan, gagasan, dan tugas yang penting dimasukkan ke dalam ponselnya, dan secara lebih spesifik lagi ke kalender ponselnya. Gagasan lain, rencana jangka panjang, dan hal-hal yang perlu diingat masuk ke buku catatannya.

“Aku tidak mengingat semua informasi ini di dalam kepala,” katanya. “Semuanya masuk ke buku catatan atau ponsel.” Dan efisiensinya dalam menggunakan ponsel membuatnya - menurut para koleganya -“super-efisien” (Becky sangat senang ketika tahu dia digambarkan demikian.) Tentu saja, dia menyimpan semua rapat besar yang biasa di dalam ponselnya, tetapi segala hal mulai dari pengingat untuk berangkat lima menit lebih awal pada janji temu di salon hingga pengingat untuk menelepon seseorang juga masuk dalam kalender.

“Suamiku yang menyarankan hal ini,” katanya. “Dia bekerja di bidang yang sama. Rekrutmen itu sangat kompetitif. Jika Anda tidak teratur, maka Anda juga tidak efektif.’

Dia menggunakan waktu dalam perjalanan untuk memperbarui kedua sistem itu - dan dia memang menghabiskan banyak waktu di perjalanan. Walaupun dia memperkirakan perjalanan internasional memakan waktu kurang dari 25% dari kehidupan kerjanya, dia seringkali bepergian untuk rapat, acara industri (untuk membangun jaringan dan mengetahui tren) bahkan untuk pulang ke rumah.

“Banyak dari pekerjaanku yang melibatkan percakapan rahasia, dan jika tidak bisa mendapatkan ruang rapat di Paddington, aku masih bisa bekerja dari rumah dan yakin bahwa diskusi yang terjadi akan terjaga kerahasiaannya”.

Buku catatan miliknya adalah hadiah dari saudara perempuannya. “Buku itu bagus dan bersampul tebal. Tentu saja, aku tidak pernah mengambil buku catatan gratis yang diberikan setiap kali melakukan konferensi.”

Fokus pada desain/kualitas ini juga diterapkan pada ponselnya. Sebenarnya dia memiliki dua ponsel: Lumia 820 (warna kuning) pribadi dan 920 bisnis warna merah. Mana yang lebih disukainya? 920 dengan layarnya yang lebih besar dan warnanya yang merah terang. “Ponsel ini benar-benar menunjukkan jati diri, fashionable, dan mengingatkanku pada sepatu favoritku setiap kali aku melihatnya.”

Ukurannya yang besar sama sekali bukan masalah baginya. “Coba saja lihat ukuran tas saya,” dia pun tertawa.

Dan dia terus-menerus melihat ponselnya. Mimpi buruk baginya adalah kehilangan konektivitas. “Kehabisan daya baterai tidak jadi masalah,” ujarnya. “Aku memiliki pengisi daya nirkabel, aku bisa mengisi daya dari laptop. Tetapi tanpa WiFi… Mengerikan.”

Becky menganggap bahwa tenaga super dalam bekerja adalah optimisme. Itu tidak mengejutkan - sifat positif dalam bicaranya yang penuh semangat mengalir melalui ponsel kepada diri saya. “Bosku mengatakan bahwa berbicara denganku biasanya dapat memotivasi dirinya untuk menemukan solusi masalah,” katanya. Sebaliknya, kelemahannya adalah kurangnya kekejaman. “Kadang kala Anda harus bersikap sangat keras agar sukses, melakukan hal-hal buruk di belakang punggung orang lain. Daripada begitu, aku lebih baik bersembunyi selama seminggu, tapi aku khawatir ini akan menahan kemajuanku.”

Tetapi jarang sekali terlihat dia bersembunyi…

Kami senang mendapat banyak masukan

Setelah selesai, berikan tanggapan tentang situs web kami

Ikuti survei singkat untuk memberi tahu kami bagaimana pengalaman online Anda. Saat Anda selesai menjelajahi, survei akan siap untuk Anda isi.

Klik tombol di bawah ini hanya bila selesai melakukan penelusuran

Terima Kasih!

Survei akan siap saat Anda meninggalkan situs.

Setelah selesai, berikan tanggapan tentang situs web kami

Klik tombol di bawah ini hanya bila selesai melakukan penelusuran

Terima Kasih!

Survei akan dikirimkan lewat email.